Berhenti dan Pulang

                 
                  
                   Berhenti dan Pulang



Aku ingin terbang ke tempat yang jauh 
Di mana kekecewaan tidak pernah kutemui
Di mana rasa lelah tidak pernah menghampiri

Aku juga ingin sayapku melebar, kuat dan kokoh 
Supaya aku tak mengeluh kesakitan, manakala badai menyelimuti langit, dan aku tetap bisa terbang. 

Kau tau, hidup adalah tumpukan-tumpukan masalah. Tapi semesta  selalu punya tujuan yang baik, memberikan pembelajaran bahwa kita harus terus bergerak, menyelesaikan setiap rintangan demi rintangan, menjadikan kita dewasa, menjadikan kita kuat dan lapang. 

Kadang, ketika aku sudah terlalu lelah, hanya suara ibu yang ingin ku dengar
hanya sebuah pelukan yang membuatku sembuh 
Hanya sebuah senyuman yang mampu mengembalikan kekuatan ku.

Hidup memang penuh dengan teka-teki, kita selalu saja dituntut untuk kuat. 
Tapi manusia memiliki batasan, sekuat apapun kita keterbatasan itu selalu ada. sehingga kita harus berhenti, jeda, dan istirahat. 

Berhenti, dan pulang. 
Menikmati semangkuk sup yang hangat di rumah, bercengkrama dengan keluarga, mengistirahatkan cinta dan cita.
Kemudian keadaan kembali menjadi baik. 

Usai keadaan menjadi baik, aku yakin kamu dapat berpikir lebih jernih, aku juga begitu. 
Maka pulang menjadi sebuah ritual untuk mengisi kekuatan, dan rumah bagai sebuah rindu yang tak pernah lekang oleh waktu. 

Jadi, kapan terakhir kali kamu berhenti dan pulang?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus