Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018
SENJA YANG HILANG KARYA : SUNSHINE(Rn) Sepercik rindu membakar hati Mengenang candamu yang kini telah hilang Secuil kasih merasuk kalbu Mengingat bayang mu yang mulai memudar Kini tiada lagi musnah di telan dusta Warna yang cerah telah hilang Dan tak kembali Aku huru-hara mencari segala yang telah hilang Terasa tercabik jiwaku Ketika kau lemparkan amarahmu Kini, daku hanya mampu menahan rasa yang tersiksa Kelembutan mu dulu umpama senja Hadir di setiap petang menjelma Kini, tiada lagi Kau senjaku yang telah hilang Dan padam di gelap kan oleh awan Mungkin sampai rambutku memutih Maupun kulit ku telah kusam Belum tentu kau mengayomiku Andaikan Tuhan memberi keajaiban Untuk kau hadir kembali 
Artikel (Hasil Wawancara) PANDANGAN MASYARAKAT LAMBARO TERHADAP PENDUDUK JEPANG BERDASARKAN TUTURAN LISAN HASYIM BINTANG KARYA : CUT MILA MANDASARI Pada kesempatan kali ini kami memilih seorang Informan bernama Hasyim Bintang, yaitu anak ke dua dengan empat bersaudara dari pasangan Bintang dan Zubaidah. Beliau lahir pada tahun 1926 di gampong Pasie Lamgarot Aceh Besar dan sekarang menetap di Gampong Bada bersama Istri dan Anaknya. Jika dihitung maka usia saat ini ialah 92 tahun. Meski dengan usia yang hampir menginjak 1 abad, ingatannya beliau masih terbilang baik dan dapat dipercaya walaupun dengan kondisi fisik yang mulai sedikit lemah. Dengan demikian tidak terbantahkan bahwasanya beliau adalah orang yang hidup pada tiga masa, yaitu masa Belanda, Jepang dan masa sekarang. Sehingga kami memilih beliau untuk diwawancara sebagai saksi langsung atas peristiwa sejarah yang terjadi di daerah Lambaro dan sekitarnya. Dimasa pemerintahan Belanda rakyat diperintahkan k...
Gambar
BUKAN RUANG DAN WAKTU Karya : Desi Ulvia  Ingatkah kau akan senja di sore itu? Matahari yang beranjak pergi tenggelam bersama kerinduan yang mendalam Aku terus memandangnya Sinar yang kekuningan dari sang mentari menandakan usainya hari Dan tibanya malam mengajak diri semakin larut pada masa yang panjang Rindu Rindu ini begitu berat Terbentang ruang dan waktu Terhalang jarak yang tak terhitung Terjebak rasa ingin yang terpatri di sanubari Benar Kita memang terpisah bahkan tanpa kata Benar sekali Kendati begitu aku tidak butuh alasan untuk merindu Bukan karena ruang dan waktu Bukan karena jarak yang tak terhitung Bukan karena rasa yang terpatri Karena nyatanya aku memang rindu Dan akan selalu rindu Meski terpisah jauh hasrat ku kian menggebu Saat ini ku senandungkan sebuah puisi untuk mu Berharap di sampaikan oleh angin Timur kepeluk mu Seraya kau pejamkan mata indahmu Menggapai ku dalam mimpi dan angan mu  ...

Peuneurah Pliek

Opini PEUNEURAH PLIEK Karya : Desi Ulvia Iventarisasi benda ini berjenis teknologi dengan penomoran 03.1070 (sumber foto : Musium Aceh)             Pliek U adalah bumbu wajib untuk membuat kuah pliek. Untuk membuat pliek U di gunakan alat-alat yang sangat unik dan memiliki proses pembuatan yang lumanyan panjang. Ada pun alat alat yang di gunakan adalah seperti yang ada di dalam gambar. Alat-alat tradisional ini adalah bukti bersejarah tentang kemahiran masyarakat aceh terhadap teknologi dan bagaimana canggihnya teknologi pada zaman dulu.              Alat tradisional ini fungsinya untuk memisahkan minyak dari daging kelapa yang sudah diperam. Minyak yang keluar itu di sebut juga minyak simplah yang biasanya sering digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Plik u merupakan bahan dasar untuk membuat masakan khas Aceh, seperti gulee pliek u, pliek u teu...