Paket Kangen dan J&T Express
*** Suatu malam, usai membaca surat-suratmu aku berinisiatif mengirim kangen ini langsung kepadamu, tak lagi melalui pesan singkat di udara melainkan langsung ke tanganmu. Tentunya melalui salah satu ekspedisi termasyur di kotaku, supaya lebih aman dan terpercaya. Perlahan aku mulai mem-packing kangen-kangen itu. Aku mulai menimbang-nimbangnya dengan tangan, barangkali beratnya sekitar sekiloan. Awalnya kangen-kangen itu ingin kubungkus dengan kardus atau plastik berwarna hitam tapi alangkah sialnya si pemilik warung menggerutu bahwa dia tak lagi menjual barang apapun yang berwarna hitam. *** "Aku tidak memiliki apapun barang yang berwarna hitam setelah Tuhan mengambil suamiku, pergi sana !!!" Pungkas pemilik warung dengan nada membentak Dengan dahi yang berkerut, aku meninggalkan warung itu. "Apa salahnya dengan warna hitam, toh walaupun dia tidak lagi menjual barang apapun yang berwarna hitam Tuhan juga tidak mengembalikan suaminya lagi" jawabku dal...