Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Candu ku rindu Ibunda oleh Rn

          Candu ku Rindu Ibunda             Oleh : Sunshine (RN) Sedetik seketika ku terbayang wajah mu Teringat rupa mu yang telah lama tak ku pandang Syahdu malam ku berbisik akan rindu yang bergelora Tak dapat ku padamkan raut wajahmu             Sudah setahun aku meninggalkanmu             Di bandar orang aku beradu nasib             Namun, tetap ku pertahankan untuk masa depanku             Candu rindu ku semakin membara Oh ibunda ku.. Tak tahan rasanya daku hendak berjumpa denganmu Berikan ananda obat penawarmu agar dapat menahan Segala kecanduanku..             Ibunda..  ...

Keindahan Ramadhan dan Perjuangan Mahasiswa Di Tanah Rantau Oleh Desi Ulvia

Opini KEINDAHAN RAMADHAN DAN PERJUANGAN MAHASISWA DI TANAH RANTAU Oleh : Desi Ulvia           Ramadhan adalah sayyidusy syuhur atau disebut juga dengan penghulu segala bulan. Penyebutan ini tentu saja memiliki alasan, salah satunya karena ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan memiliki berbagai keutamaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Ada begitu banyak keberkahan yang terkandung dalam bulan suci ramadhan baik keberkahan iman, kesehatan, rezeki dan juga lain sebagainya. Setiap umat Islam di dunia sangat menantikan bulan suci ramadhan. Ketika bulan suci ramadhan tiba maka tibalah saatnya untuk menunaikan ibadah puasa yang dilakukan selama sebulan penuh. Hal ini dijelaskan dalam Q.S Albaqarah ayat 185 yang berbunyi “ Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-quran sebagai panduan untuk umat manusia, juga tanda yang jelas untuk bimbingan dan penilaian antara benar dan salah, selanjutnya jika salah seoran...

SULTAN MAHMUD II Oleh Ayu Destitama

BAB II PEMBAHASAN A.      BIOGRAFI SULTAN MAHMUD II Mahmud lahir di Istambul pada tanggal 13 Ramadhan 1199 bertepatan dengan tanggal 20 Juli 1785 dan meninggal pada tanggal 1 Juli 1839. Dia adalah sultan ke-33 dari sultan Kerajaan Ottoman di Turki. Diangkat menjadi sultan pada tanggal 28 Juli 1808 menggantikan kakaknya Mustafa IV sampai ia meninggal. Ayahnya bernama Salim III (sultan ke-31). Sultan Mahmud II dipandang sebagai pelopor pembaruan di Kerajaan Ottoman, sebanding dengan Muhammad Ali (1805-1849) yang memelopori pembaruan di Mesir. Sementara itu dalam Kerajaan Ottoman, pembaruan sudah dimualai sejak Sultan Mustafa IV sampai pada sultan-sultan sesudahnya, sehingga masa ini disebut periode modern. Mahmud II semasa kecilnya selain memperoleh pendidikan tradisional dalam bidang agama, juga memperoleh pendidikan pemerintahan dan sastra (sastra Arab, Turki, dan Parsi). Dalam suatu pemberontakan tentara Janissary (Turki: yeni cheri), pada masa pemeri...

TURKI MODERN DAN UPAYA ISLAMISASI Oleh Karnila

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang             Turki memiliki latar belakang sejarah yang panjang di mana Turki pernah menjadi ajang perebutan kekuasaan atau pengalihan kekuasaan, seperti kerajaan Romawi Timur atau Bizantium, Dinasti Saljuk, Dinasti Ottoman hingga akhirnya menjadi Turki yang modern dibawah pimpinan Mustafa Kemal Ataturk. Transisi perpindahan kekuasaan inilah yang mengakibatkan Turki memiliki kekayaan khazanah berbagai peradaban. Di samping itu pula adanya daya tarik pesona alam yang esotik menjadi Turki kawasan yang cukup menarik perhatian banyak wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara. Daya tarik pesona alam ini dilatar belakangi karena keadaan iklim, curah hujan serta letak dan keadaan geografis Turki.             Hal lain yang menarik dari Negara Turki yaitu salah satunya ialah tradisi yang berkembang dalam kehidupan social budaya yang terci...

TURKI MUDA Oleh Riki Furqan

BAB I PENDAHULUAN          A. Latar B elakang     Gerakan turki muda muncul sebagai reaksi terhadap kekuasaan Absolut di kerajaan turki usmani. Kalaupun sebelumnya Gerakan Usmani muda secara konsepsional telah berhasil dalam tuntutannya untuk merubah pemeritahan absolut menjadi pemerintahan Konstituonal dengan ditanda tangani konstitusi 1876 oeh sultan Abdl Hamid dan diumumkan menjadi undang-undang dasar bagi kerajaan Turki Usmani. Namun dala prateknya kontitusi tersebut tidak bisa membatasi kekuasaan absolut sultan. Kontitusi 1876 yang ide dasar kelahirannya adalah mengembangkan demoktratisasi, ternyata masih membuka peluang besar bagi sultan untuk bersifat otokrativ [1] .             Berpijak dari kelemahan konstitusi itulah Sultan Abdul Hamid menengkap dan mengesingkan Midhat Pasya di tahun 1877 M, Dan kemudian membubarkan perlemen pada tahun 1877 M. Setelah menghasilkan Midhat Pasya...