TURKI MUDA Oleh Riki Furqan


BAB I
PENDAHULUAN
         A. Latar Belakang

    Gerakan turki muda muncul sebagai reaksi terhadap kekuasaan Absolut di kerajaan turki usmani. Kalaupun sebelumnya Gerakan Usmani muda secara konsepsional telah berhasil dalam tuntutannya untuk merubah pemeritahan absolut menjadi pemerintahan Konstituonal dengan ditanda tangani konstitusi 1876 oeh sultan Abdl Hamid dan diumumkan menjadi undang-undang dasar bagi kerajaan Turki Usmani. Namun dala prateknya kontitusi tersebut tidak bisa membatasi kekuasaan absolut sultan. Kontitusi 1876 yang ide dasar kelahirannya adalah mengembangkan demoktratisasi, ternyata masih membuka peluang besar bagi sultan untuk bersifat otokrativ[1].
            Berpijak dari kelemahan konstitusi itulah Sultan Abdul Hamid menengkap dan mengesingkan Midhat Pasya di tahun 1877 M, Dan kemudian membubarkan perlemen pada tahun 1877 M. Setelah menghasilkan Midhat Pasya dan membubarkan parlemen Sulatan Abdul Hamid terus memerintah dengan kekuasaan absolut, bahkan lebih absolt dari sebelumnya. Kebebasan menulis dan berbicara ditiadakan, dan dalam menghadapi lawan pollitiknya, Sultan tidak segan-segan menggunakan kekerasan. 
            Kebijakan Sultan yang amat menyimpang dari ide dan dasar konstitusi 1876, telah menimbulkan makin tingginya tidak rasa puas dari berbagai lapisan masyarakat Turki. Puncak ketidak puasan teersebut menimbulkan gerakan Oposisi. Dan dikalangan itelejensia piminan lari keluar negeri dan dari sana mereka melancarkan gerakan. Gerakan-gerakan yang terdiri dari bebagai kelompok itulah kemudian yang di kenal dengan Turki muda.

     B. Rumusan Masalah
a.       Turki Muda
b.      TokohTurki Mudah dan Pemikiran
c.       Gerakan Turki Muda dalam Pembaharuan
     C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk sebagai ilmu pengetahuan semata tentang Turki Muda dan sebagai penamhan ilmu pengetahuan


  

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Turki Muda
Tuki Muda adalah gerakan reformasi politik pada awal abad ke-20 yang ingin menggantikan sistem monarki absolut di kesultanan Utsmaniyah dengan sistem monarki konstitusional. Para pemimpin Turki Muda kemudian melancarkan pemberontakan melawan kekuasaan Sultan Abdul Hamid II dalam revolusi Turki Muda pada tahun 1908. Setalah melancarkan revolusi ini, gerakan Turki Muda membantu merintis Zaman Konsitusional kedua. Turki Muda juga disebut sebagai partai komite persatuan dan kemajuan, yang berdasarkan program modernisasi militer dan politik di seluruh Kesultanan Utmaniyah.[2]
Dalam suasana demekian, timbullah gerakan-gerakan oposisi terhadap pemerintahan absolut Sultan Abdul Hamid. Opsisi di kalangan penguruan tinggi, mengambil bentuk perkumpulan-perkumpulan rahasia. Oposisi yang berbagai kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan nama Turki Muda.

B.     Tokoh Turki Muda dan Pemikiran
Gerakan Turki Muda yang bersifat untuk memajukan Kesultanan Utmaniyah memiliki banyak tokoh yang bediri dibelakangan dan yang mepuyai pemikiran modern. Ideologi para tokoh Turki muda didasari dengan pemikiran barat, banyak juga terdapat dalam pemikiran mereka menggandung liberal. Ide perjuagan Turki Muda, antara lain dimajukan oleh tiga pemimpin, Ahmed Riza (1859-1931), Mehmed Murad (1853-1912), dan pangeran Sabahuddin (1877-1948).[3] Namun disini penulis hanya memfokuskan pada satu tokoh yaitu Sabahuddin, Dari pemikirannyalah penulis melihat ada pengaruh besar untuk kemajuan masyarakat Turki.
Pangeran Sabahuddin, berasal dari keluarga istana. Dari pihak ayah ia adalah cucu dari sultan mahmud II. Sedangkan dari pihak ibu ia adalah keponakan dari sultan hamid. Ibunya bersaudara dengan sultan. Sabahuddin ikut lari ke erofa dengan ibu bapaknya menjauhkan diri dari kekuasaan Abdul Hamid.
Di paris ia terpengaruh oleh pemikiran–pemikiran sosiolog parancis. Terutama Edmonddemolins. Seorang penganut aliran sosiolog Fredericleplay. Pengaruh ini terlihat dari ide ide pembaharuan yang dikemukakannya dalam memecahkan problematika yang di alami kerajaan usmani.
Menurut Sabahuddin, masyarakat Turki seperti masyarakat timur lainnya adalah bercorak kolektif, dan masyarakat semacam ini tidak mudah berubah menuju kamajuan. Dalam masyarakat kolektif orang tidak percaya kepada diri sendiri. Dan oleh karena itu tidak dapat berdiri sendiri, melainkan senantias bergantung pada kelompoknya. Baik kelompok itu bentuk keluarga atu suku-suku bangsa, pemerintah dan sebagainya. Masyarakat yang dapat maju ialah masyarakat yang anggotanya tidak banyak tergantung kepada orang lain. Tetapi berusaha sendiri dan berdiri sendiri untuk merubah keadaan.[4]
Walau terdapat perbedaan pandangan dan visi politik antara ketiga pemuka gerakan Turki muda seperti telah disebut di atas, namun mereka sepakat untuk menggulingkan sultan Abdul Hamid. Kesepakatan itu di ambil setelah diadakan konferensi di eropa yang terakhir pada tahun 1907 di paris.

C. Gerakan Turki Muda dalam Pembaharuan
        Seteelah kembali ke konstitusi 1876 maka diadakan pemilihan umum dan dibentuk perlemen baru yang di ketuai oleh Ahmed Riza dari perkumpulan persatuan dan kemajuan. Didalam perlemen tersebut terdapat dua fraksi. Pertama, fraksi liberal yang menginginkan desentralisasi. Dan pemerintahan otonomi bagi daerah-daerah. Dengan demikian mereka bermaksud mempertahankan keutuhan kesatuan kerajaan usmani. Kedua, fraksi yang mengniginkan bertahannya sentralisasi dalam pemerintahan dengan unsur Turki sebagai pemegang kekuasaan pusat. Fraksi ini di pengaruhi oleh ide-ide nasionalisme.
Seiring dengan pemberontakan tahun 1908, beberapa wilayah usmani di eropa melepaskan diri. Austria dapat menggabingkan bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, pulau kreta, Balkan dan Italia. Di daerah pusat ternyata masih banyak juga rakyat yang setia kepada sultan. Golongan tarekat dan ulama mengkritik Turki muda sebagai pembaharuan yang di pengaruhi pemikiran-pemikiran barat dan tidak mengindahkan syariat. Mereka membentuk suatu organisasi yang diberi nama persatuan islam yang dipimpin oleh Vahdeti Murad Bey. Yang bertujuan membela syariat yang menurut mereka sudah mulaidi abaikan dan tidak di indahkan golongan Turki muda. Di daerah-daerah bukan Turki mulai muncul juga perasaan nasionalisme[5].
Kedudukan Turki muda memang tidak kuat dan ini dimanfaatkan oleh sultan Abdul Hamid untuk mengembalikan kekuasaannya. Tetapi Enver Pasya dan Battalion III masuk istambul dan merampas kekuasaan. Sultan Abdul Hamid dijatuhkan pada tahun 1909 dan digantikan oleh daudaranya sultan Mehmed V. pada tahun 1912 diadakan pemilihan umum dan kali ini perkumpulan persatuan dan kemajuan memperoleh kemenangan besar. Parlemen mereka mnguasai dan kantor pusat organisasi yang selama ini di salonika di pindahkan ke istambul.
Setahun kemudian golongan militer dari perkumpulan persatuan dan kemajuan menggantikan golongan politisi dalam menguasai pemerintahan. Kekuasaan terletak ditangan tiga serangkai enver pasya, talat pasya dan kemal pasya. Pemerintaha tiga serangkai merupakan pemerintahan yang ketat dan tidak bisa menerima kritik. Partai-partai oposisi mereka bubarkan dan para pemimpinnya lari keluar negeri.
Sungguhpun pemerintaha Turki muda sejak terbentuk sampai saat membubarkan diri tidak berjalan mulus karena banyak tantangan dan kekacauan yang di hadapi, namun mereka telah perubahan-perubahan di berbagai bidang.
Dalam lapangan pembaharuan, perkumpulan persatuan dan kemajuan membawa perobahan-perobahan dalam bidang adminitrasi yang kemudian menjadi kerangka bagi pemerintahan lokal dan daerah Turki zaman sekaranng. Pembaharuan itu juga terdapat di Istambul. Seperti adanya transpot umum dan brigade kebakaran.
        Perubahan-perubahan tersebuk tidak hanya dibidang adminitrasi tetapi juga dibidang Ekonomi, Pendidikan, dan bidang piblikasi. Dalam bidang ekonomi perubahan yang mengarah kepada ekonomi nasional diambil atas inisiatif pemimpin-pemimpin perkumpulan persatuan dan kemajuan. Perdagangan pada umumnya berada pada tangan orang asing mulai berpindah ke tangan orang-orang Turki.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian diatasa dapat disimpulkan bahwa gerakan Turki Muda adalah  perkumpulan persatuan dan kemajuan yang menentang kekuasaan absolute sultan Abdul Hamid . Turki muda berusaha menghidupkan kembali konstitusi 1876. Mereka berhasil memaksa sultan Abdul Hamid untuk memberlakukan kembali konstitusi 1876 dan kemudian menggantikannya dengan sultan Mehmed V.
Gerakan Turki Muda yang bersifat untuk memajukan Kesultanan Utmaniyah memiliki banyak tokoh yang bediri dibelakangan dan yang mepuyai pemikiran modern. Ideologi para tokoh Turki muda didasari dengan pemikiran barat, banyak juga terdapat dalam pemikiran mereka menggandung liberal. Ide perjuagan Turki Muda, antara lain dimajukan oleh tiga pemimpin, Ahmed Riza (1859-1931), Mehmed Murad (1853-1912), dan pangeran Sabahuddin (1877-1948).
Harun nasution mengungkapkan perubahan-perubahan tersebut antara lain sebagaiberikut:
1. Bidang administrasi
2. Bidang ekonomi
3. Bidang pendidikan
4. Bidang peradilan
5. Bidang publikasi
           B. Saran
Dengan makalah tersebut diharapkan,bagi pembaca atau pendengar dapat memahami arti Turki Muda, mencakup seluruh aspek baik unsur,tujuan,dan fungsi Turki Muda, sehingga pembaca mampu memahami isi dari malakah.

DAFTAR PUSTAKA
Lapidus, IRA.M. 2000. Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persadia.
Nasution, Harun. 1975. Pembaharuan dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang
Santoso Az, Lukman. 2014. Para Martir Revolusi Dunia. Jogjakarta: Palapa


[1] IRA. M. Lapidus, Sejarah Umat Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persadia), hlm. 515-517.
[2] Lukman Santoso, Para Martir Revolusi Dunia (Jogyakarta: Palapa, 2014), hlm. 339-400.
[3] Harun Nasution, pembaharuan dalam islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), hlm. 119.
[4] Harun Nasution, pembaharuan dalam islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), hlm. 120-121.
[5] Harun Nasution, pembaharuan dalam islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), hlm. 122-124.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang