Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Beku Dalam Keliru

BEKU DALAM KELIRU Karya : Desi Ulvia Negeri ku negeri yang besar Terbentang luas tanpa batas Bangsa ku bangsa yang penuh cinta di selimuti luka dan deraian air mata                                  Lidah ku kelu, aku sukar mengatakannya fikir ku buntu, aku tak dapat mengutarakannya Dan waras ku setengah hancur dengan kebijakan yang keliru Mereka menyakinkan rakyat untuk memilih Memberikan iming-iming yang fantastis Pandai berorasi tanpa mobilisasi Mahir bergelut tanpa mencari solusi Para pemuda yang acuh bercampur emosi Hukum di manipulasi dan semakin menjadi-jadi Rakyat semakin miris terjebak miskin Berharap pada yang tak pernah pasti Negeri ku negeri yang besar Terbentang luas tanpa batas Bangsa ku bangsa yang penuh cinta Di selimuti luka dan deraian air mata Banda...

Secangkir Kopi Penguat Rindu

Gambar
                              SECANGKIR KOPI PENGUAT RINDU Karya : Desi Ulvia Pagi itu, bumi di guyur hujan Jalanan basah begitu juga dengan pepohonan kicauan burung tak lagi terdengar Sepi senyap, hanya gemuruh hujan yang meriuhkan hati terdalam Pagi itu, hati ku menggigil Di terpa hujan rindu yang begitu deras Aku terdiam menatap di balik jendela menyelam kenangan di masa silam Begitu indah masa itu Tangan Ibunda nan hangat mendekap ku Lembut suara ayahanda membaca lantunan ayat suci al-Quran Seraya pejaman mata ku menelusuri mimpi indah ku Bau harum tanah desa ku ladang-ladang nan hijau Suara kicauan burung yang mengalun merdu menjadi pelipur lara para petani Sungai yang jernih ladang bermain anak-anak Penuh canda tawa tiada tara Ku kenang jelas sambil meneguk secangkir kopi di tangan k...

Sang Rembulan

Gambar
SANG REMBULAN  karya : Desi ulvia             Malam seakan berbisik lirih pada sang rembulan             Dingin mulai merasuki jiwa mengajak mata untuk segera terlelap             Namun fikir tak kunjung berhenti             Melayang menjauh pergi             Meninggalkan jiwa yang tak bertepi             Mengapa rembulan seakan redup             Seperti enggan tersenyum pada malam             Mengapa sinarnya perlahan sirna             Seperti ia sedang menjela...