Secangkir Kopi Penguat Rindu
SECANGKIR KOPI PENGUAT RINDU
Karya
: Desi Ulvia
Pagi itu, bumi di guyur hujan
Jalanan basah begitu juga dengan
pepohonan
kicauan burung tak lagi terdengar
Sepi senyap, hanya gemuruh hujan yang
meriuhkan hati terdalam
Pagi itu, hati ku menggigil
Di terpa hujan rindu yang begitu deras
Aku terdiam menatap di balik jendela
menyelam kenangan di masa silam
Begitu indah masa itu
Tangan Ibunda nan hangat mendekap ku
Lembut suara ayahanda membaca lantunan
ayat suci al-Quran
Seraya pejaman mata ku menelusuri mimpi
indah ku
Bau harum tanah desa ku
ladang-ladang nan hijau
Suara kicauan burung yang mengalun
merdu menjadi pelipur lara para petani
Sungai yang jernih ladang bermain
anak-anak
Penuh canda tawa tiada tara
Ku kenang jelas sambil meneguk
secangkir kopi di tangan ku
Berharap rindu melebur bersama kopi
yang ku minum
Rindu sang perantau kepada Desa
kecilnya
Rindu sang anak kepada orang tuanya
Hati ku tersenyum sambil berbisik lirih
“Untungnya ada secangkir kopi penguat
rindu”
Ya, Secangkir kopi penguat rindu...

Komentar
Posting Komentar