Sang Rembulan




SANG REMBULAN 

karya : Desi ulvia


            Malam seakan berbisik lirih pada sang rembulan
            Dingin mulai merasuki jiwa mengajak mata untuk segera terlelap
            Namun fikir tak kunjung berhenti
            Melayang menjauh pergi
            Meninggalkan jiwa yang tak bertepi

            Mengapa rembulan seakan redup
            Seperti enggan tersenyum pada malam
            Mengapa sinarnya perlahan sirna
            Seperti ia sedang menjelaskan keadaannya

            Wahai sang rembulan
            Janganlah kau redup
            Hidup memanglah demikian
            Ada yang datang dan pergi
            Ada yang diberi dan diterima
            Ada yang mencari ataupun dicari

            Tersenyumlah wahai wajah rembulan
            Pancarkanlah sinar mu
            Terangkanlah malam
            Usah kau hirau dingin yang menikam diri
            Hidup memanglah demikian

           
            Teruslah berjuang dan berdoa kepada Tuhan
            Mintalah padaNya di tengah malam pada sujud mu
            Mintalah padaNya kekuatan dan keberkahan
            Supaya sinar rembulan senantiasa menerangi malam
           

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang