Tradisi Dom Jeurat di Pidie


Opini

TRADISI DOM JEURAT  DI ACEH PIDIE
Karya : Desi Ulvia 

            Aceh adalah suatu wilayah dengan beragam suku tradisi dan budaya. Pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan tentang salah satu tradisi yang ada di Aceh Pidie. Dom jeurat (menginap di kuburan) adalah salah satu tradisi atau ritual yang sudah mendarah daging di Aceh Pidie. Tradisi ini termasuk salah satu ritual keagamaan yang ada di Aceh Pidie. Dom jeurat (nginap di kuburan) adalah ritual yang di lakukan kepada orang yang sudah meninggal dan baru saja di kuburkan. Ritual ini di lakukan setelah si manyat di kuburkan kemudian sampai 7 hari berturut-turut di adakannya pembacaan Al-Quran pada kuburan si manyat. 

            Biasanya ritual ini di lakukan oleh pihak keluarga dengan cara menyewa (membayar) dua sampai tiga orang ustad muda (santri dayah) yang sudah sering melakukan ritual ini. Mereka akan di fasilitasi makanan oleh keluarga si manyat dan juga mereka akan membangun tenda untuk penginapan di tempat dekat dengan kuburan selama tujuh hari tujuh malam. Ritual membaca Al-Quran di kuburan ini di lakukan secara berganti-ganti sehingga bacaan Al-Quran tidak berhenti pernah berhenti. Adapun alat yang digunakan untuk melakukan ritual ini sangat lah sederhana yaitu : tenda untuk tempat pengajian (penginapan), lampu dan Al-Quran.

            Pada hari jumat ritual keagamaan ini akan di lakukan oleh perempuan dari keluarga si manyat, karena pada hari jumat ustad pergi melakukan ibadah shalat jumat. Perempuan-perempuan yang berhubungan darah dengan si mayat harus melanjutkan bacaan Al-Quran yang sudah di bacakan selama beberapa hari oleh ustad yang melakukan ritual ini. Setelah shalat jumat selesai maka ustad-ustad yang bertugas membaca Al-Quran akan kembali ke kuburan dan melanjutkan bacaannya dan bagi para perempuan di persilahkan untuk segera kembali ke rumah.

            Adapun makna dari ritual ini adalah untuk memberikan pahala dan menentramkan si manyat, namun uniknya dari ritual ini adalah ada yang dilakukan karena wasiat si manyat itu sendiri. Biasanya sebelum meninggal si manyat berwasiat kepada keluarganya untuk melakukan ritual ini, sehingga keluarga si manyat pun melakukannya. Tidak di ketahui jelas secara teori dari mana asal usul ritual ini dan sejak kapan ritual ini sudah di lakukan oleh masyarakat di Aceh Pidie di karenakan tidak adanya tulisan atau buku yang membahas tentang ritual ini. Ritual ini hanya di ceritakan dari mulut ke mulut oleh petua-petua kampung yang ada di daerah-daerah di Aceh Pidie.

            Setelah sampai tujuh hari tujuh malam maka ritual ini akan di sambung dengan ritual Peusijuk dan kenduri yang di sebut Kenduri Peutujoh yang di lakukan oleh kelurga si manyat. Kenduri peutujoh yang dilakukan ini adalah sebagai tanda berakhirnya ritual Dom Jeurat. Begitulah uraian singkat tentang ritual Dom Jeurat yang ada di Aceh Pidie. Salah satu ritual keagaamaan yang sudah menjadi tradisi masyarat Aceh Pidie.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang