Pemikiran Islam Kemal At-Taturk oleh Cut Mila Mandasari


KATA PENGANTAR

            Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,  saya panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayat, inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang Pemikiran Islam Mustafa Kemal At-Taturk. Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah, maka dari itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkonstribusi dalam pembuatan makalah ini.
            Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat, isi maupun tata bahasa. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca di kemudian hari.




Wassalam

Cut Mila Mandasari




DAFTAR ISI
           


KATA PENGANTAR............................................................................................... 1

DAFTAR ISI.............................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 3
A. Latar Belakang............................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah.......................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................... 4
A.    Keruntuhan Turki Usmani................................................................................ 4
B.     Biografi Mustafa Kemal At-Taturk.................................................................. 4
C.     Turki dibawah Kepemimpinan Mustafa Kemal At-Taturk............................... 5
1.      Pembaharuan di Bidang Kenegaraan......................................................... 5
2.      Pembaharuan di Bidang Pendidikan.......................................................... 6
3.      Pembaharuan di Bidang Adat dan Kebudayaan........................................ 6

BAB III PENUTUP................................................................................................... 8
A.      Kesimpulan....................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 9







BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Akhir perang dunia I menandai runtuhnya Dinasti Utsmani dan berkurang wilayah kekuasaanya. Mustafa Kemal tidak lama kemudian dengan sukses memimpin revolusi perlawanan terhadap rezim Utsmani lama dan pada 1922 republik barupun didirikan. Republik baru ini melakukan proses reformasi yang sangat cepat yang ditujukan untuk mengubah kehidupan politik dan sosial bangsa dengan melakukan sekularisasi dan westernisasi serta membatasi dan mengontrol peran agama dan juga institusinya.
Dibandingkan tokoh pemikir politik seperti Thaha Husein dan Ali Abdurraziq, Mustafa Kemal adalah tokoh yang paling kontroversial dan paling berpengaruh. Ia tidak hanya berbicara pada tataran wacana, tetapi juga bergerak pada lapangan praktis mengembangkan ide-ide sekularisasinya dalam berbagai kebijakan politiknya. Dialah yang menjadikan Turki sebagai negara nasional yang modern dan menyelamatkan kerajaan Turki Utsmani dari kekalahan total atas bangsa-bangsa Eropa.[1]

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses keruntuhan Turki Usmani?
2.      Jelaskan biografi dari Mustafa Kemal At-Taturk?
3.      Bagaimana Turki dibawah kepemimpinan Kemal At-Taturk?







BAB II
PEMBAHASAN

A.  Keruntuhan Turki Usmani
Kemajuan-kemajuan Eropa dalam teknologi militer dan industri perang membuat kerajaan Usmani menjadi kecil dihadapan Eropa. Akan tetapi, nama besar Turki Usmani masih membuat Eropa Barat segan untuk menyerang atau mengalahkan wilayah-wilayah yang berada dibawah kekuasaan Islam ini. termasuk daerah-daerah yang berada di Eropa Timur. Namun kekalahan besar kerajaan Usmani dalam menghadapi serangan Eropa di wina tahun 1683 M membuka mata Barat bahwa kerajaan Usmani telah mundur jauh sekali. Sejak itulah Usmani berulang kali mendapat serangan-serangan besar dari Barat.
Ketika Kerang Dunia I terjadi, Turki bergabung dengan Jerman kemudian mengalami kekalahan. Akibatnya kekuasaan kerajaan Turki Usmani semakin terkuras dalam energi ekonomi, termasuk wialyah-wilayah kekuasaan banyak yang merdeka atau timbulnya perasaan Nasionalisme pada bangsa-bangsa yang berada dibawah kekuasaannya. Bangsa Armenia dan Yunani yang beragama kristen berpaling ke Barat memohon bantuan untuk memerdekakan tanah airnya. Bangsa Kurdil dipergunungan juga bangkit untuk melepaskan diri dari cengkraman penguasaan Turki.[2]
Dalam suasana serupa inilah muncul Mustafa Kemal seorang pemimpin Turki baru yang menyelamatkan dari kehancuran total. Maka sejak 1924 M dibentuklah Turki Modern dengan menghilangkan sistem kekhalifahan atau kesultanan dibawah pimpinan Mustafa Kemal At-Taturk. Atas jasanya ia mendapat gelar At-Taturk (Bapak Turki).

B.  Biografi Mustafa Kemal At-Taturk
Mustafa Kemal lahir pada tahun 1881 di suatu daerah di Silonika. Ayahnya Ali Reza adalah seorang pegawai kantoran biasa dan kemudian menjadi pedagang kayu yang gagal. Ibunya bernama Zubayde (Zubaidah) seorang wanita yang taat agama.
Mulanya atas desakan ibunya ia dimasukkan ke madrasah, namun karena tidak merasa senang ia kerap sekali melawan gurunya. Kemudian dia dimasukkan ke sekolah dasar modern di Silonika, selanjutnya ia memasuki sekolah militer atas usahanya sendiri ketika berumur 12 tahun. Pada usia 14 tahun ia tamat belajar dan meneruskan belajar pada sekolah latihan militer di Monatsir. Setelah itu tahun 1889 ia kembali memasuki sekolah tinggi militer di Istambul.[3]

C.  Turki dibawah Kepemimpinan Mustafa Kemal At-Taturk
Sebagai seorang yang jenius militer, ia memimpin bangsanya seperti layaknya memimpin pasukan. Mengeluarkan berbagai perintah untuk menciptakan sebuah negara barat modern. Impiannya ialah bagaimana Turki bisa menjelma menjadi sebuah negara yang kuat, modern dan dihormati. Menurut Mustafa Kemal satu-satunya jalan yaitu melakukan sekularisasi atau memisahkan urusan agama dengan negara, yang pada praktiknya adalah dengan melakukan pemberantasan.
Kelahiran Republik Turki yang diproklamasi oleh Mustafa Kemal pada 29 Oktober 1923 merupakan imperium utsmaniyah yang lain sama sekali. Keputusan Mustafa Kemal untuk Membentuk Turki modern didasarkan pada kekecewaan yang amat mendalam terhadap sistem kekhalifahan sebelumnya. Kedongkolan Mustafa Kemal kepada kekhalifahan ini mencapai puncaknya pada 3 maret 1924 dengan membubarkan institusi khilafah islamiyah yang sudah ada sejak lama.[4]
Westernisasi, Sekularisasi, dan Nasionalisme merupakan dasar dari pemikiran pembaharuan Mustafa Kemal.
1.    Pembaharuan dalam bidang Kenegaraan
Disini harus diadakan sekularisasi, pemerintah harus dipisahkan dari agama. Mustafa Kemal telah banyak dipengaruhi oleh pemikiran politik barat yang mengatakan bahwa kedaulatan terletak ditangan rakyat. Berdaulat bukan lagi sultan  tapi rakyat dan bentuk negara baru adalah republik. Tapi usulan golongan Islam mengatakan agama negara Turki adalah Islam dan diterima, namun akhirnya juga dihilangkan. Pada tahun 1937 Republik Turki dengan resmi menjadi negara sekuler.
·      Menghilangkan Institusi keagamaan yang ada dalam pemerintahan
·      Biro Syekh Al-Islam dihapuskan
·      Kementrian syariat dan mahkamah syariat dihapuskan
·      Hukum syariat dalam soal perkawinan diganti dengan hukum Swiss
·      Wanita mendapat hak cerai yang sama dengan kaum pria
·      Selanjutnya diadakan hukum laut dan hukum obligasi. Dalam bentuk hukum baru itu, hukum syariat dan hukum adat di tinggalkan, sebagai gantinya diambil hukum barat.

2.    Pembaharuan dalam bidang Pendidikan
·      Seluruh sekolah-sekolah diletakkan dibawah pengawasan kementrian pendidikan
·      Madrasah-madrasah di tutup untuk diganti oleh sekolah yang akan membina imam dan khatib
·      Didirikannya Fakultas Ilahiyat di Universitas Istambul
·      Pendidikan agama ditiadakan di sekolah-sekolah
·      Bahasa Arab dan Persia dalam kurikulum sebelumnya dihapuskan
·      Tulisan Arab diganti dengan tulisan Latin/Turki

3.    Pembaharuan dalam bidang Adat dan Kebudayaan
·      Pemakaian terbus dilarang dan diganti dengan pemakaian topi barat
·      Pakaian keagamaan dilarang, rakyat turki harus mengenakan pakaian barat baik pria maupun wanita
·      Melarang kerudung bagi wanita
·      Pada tahun 1935 dikeluarkan undang-undang yang mewajibkan warga negara Turki mempunyai nama belakang
·      Hari cuti resmi mingguan dirobah dari hari Jum’at menjadi hari minggu.

Menurut Mustafa Kemal sebagai nasionalis dan pengagum peradaban barat, ia tidak menentang agama islam. Tapi ia melihat perlu adanya pembaharuan dalam soal  agama untuk disesuaikan dengan bumi turki. Seperti:
·      Al-Qur’an perlu diterjmahkan kedalam bahasa Turki agar dapat dipahami rakyat Turki
·      Khutbah harus disampaikan dalam bahasa Turki
·      Azan juga harus dikumandangkan dalam bahasa Turki[5]
Tetapi hal itu tidak bisa menggoyahkan akar Islam yang sudah sudah terpatri kukuh dalam hal rakyat Turki. Para petani yang hidup diperdesaan lebih dari tiga perempat dariseluruh penduduk Turki tetap merupakan orang-orang muslim yang taat. Sepeninggalan Kemal At-Taturk pada tahun 1938, Ismet Inano diangkat menjadi presiden. Sejak saat itu kajian Islam mulai semarak kembali. Setelah perang dunia II usai, pemerintah suatu partai berakhir kegiatan keagamaan tampak dimana-mana. Akhirnya hal ini menjadi pendapat umum agar pelajaran agama dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan rakyat menyuarakan pandangan agama mereka secara bebas.[6]
Tahun 1950 untuk pertama kalinya Turki mengadakan pemilu, partai pemilu bentukan Kemal At-taturk dikalahkan oleh partai Demokrat. Aejak saat itu pula upaya-upaya untuk mengrehabilitasi keadaan dilakukan. Misalnya dengan mengembalikan azan dengan bahasa Arab. Tahun 1961 Partai Republik berkuasa kembali, namun di dominasi oleh Motherland. Konstitusi baru tersebut hanya terdiri dari prinsip-prinsip republikanisme, nasionalisme, sekularisme, dan revolusional.[7]








BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
1.    Mustafa dilahirkan pada 1881 di Kota Salonika, Ayah bernama Ali Riza dan Ibunya Zubayde. Mustafa merupakan alumnus dari pendidikan militer, yang tertarik dengan dunia politik.
2.    Mustafa dijuluki Kemal karena ia merupakan murid yang pintar dalam bidang matematika dan di juluki At-Taturk karena jasa beliau di Turki.
3.    Pemikiran Mustafa Kemal sendiri adalam memisahkan negara dengan agama, dimana agama tidak boleh ikut campur dalam kancah politik. Dan menganggap bahwa peran agama islam dalam Turki yang menyebabkan negara Turki tidak mengalami kemajuan.
4.    Dari sisi inilah Mustafa dalam kesempatan emas yang ia peroleh melakukan sekularisasi yang sangat radikal terhadap negara Turki diantaranya : penghapusan jabatan khalifah, penghapusan madrasah-madrasah, pelarangan memakai jilbab, dan aturan-aturan lain yang menekan agama agar tidak berperan sama sekali di Turki.











DAFTAR PUSTAKA

Muhammad Iqbal, Amin Hasan Nasution, 2010, Pemikiran Politik Islam dari Masa Klasik            hingga Indonesia Kontemporer, Jakarta: Kencana.
Badri Yatim, 1993, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Harun Nasution, 1982, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta:        PT. Bulan Bintang.
Ajid Thohir, 2009, Perkembangan Peradaban dikawasan Dunia Islam, Jakarta: PT. Raja   Grafindo.
Fadil, 2008, Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah, Yogyakarta.



[1]Muhammad Iqbal, Amin Hasan Nasution. Pemikiran Politik Islam dari Masa Klasik hingga Indonesia Kontemporer. (Jakarta : Kencana,2010). Hal.107
[2]Dr.Badri Yatim, M.A, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1993). hal.178-179
[3]Prof.Dr.Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1982). hal. 142-143
[4]Ajid Thohir, Perkembangan Peradaban dikawasan Dunia Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2009). hal.222
[5] Prof.Dr.Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, hal.151-153
[6] Drs.Fadil SJ.,M.Ag, Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah, (Yogyakarta, 2008). hal.224-225
[7] Ibid.,hal.230

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang