Cerpen/Aku mencintaimu lillahi ta'ala/Arjun barona Aka/Komunitas Muda Menulis



Aku Mencintaimu Lillahi ta’ala
Oleh : Arjun Barona Aka


Kringgg…kringgg…kringggg…¸alarm berbunyi tepat pukul 05:00 WIB. Aku dalam keadaan setengah mengantuk bergegas beranjak dari tempat tidurku, aku hampir saja lupa bahwa hari ini, senin 5 september adalah hari pertama masuk sekolah. Segeralah aku bergegas untuk bersiap-siap agar aku tidak terlambat berangkat kesekolah.
Tepat 15 menit, aku pun sampai kesekolah, karna jaraknya pun tak begitu jauh dari tempat tinggal ku. Aku memandang bangunan sekolah tersebut yang letaknya tak begitu beraturan,namun walaupun begitu inilah sekolah ku sekarang MAN 2 BANDA ACEH tercinta.
Lalu aku memarkirkan kereta, dan segera masuk kedalam kelasku. Seperti semua orang rasakan, dihari pertama sekolah, tak banyak yang kita kenal, karna kita harus menyesuaikan diri dengan suasana baru dan juga dengan kawan baru.
Detik terus berganti menit, menit berganti jam, hari, minggu, bahkan berganti bulan, tak terasa sudah hampir satu semester aku belajar di madrasah tersebut.sama seperti yang lain, aku pun juga memiliki teman dekat yaitu Chandra, maulana, dan juga sayed,mereka biasa memanggil ku juna. hampir setiap waktu kami selalu bersama,baik ke kantin,mushala,bahkan keluar pagar pun sama-sama.
Hari terus berlalu,dan tibalah pada hari pembagiaan rapor. Dan Alhamdulillah aku pun naik kelas dua,walau sedikit kecewa karna aku tak bisa masuk peringkat tiga besar,”tapi tak mengapalah”, ucap ku dalam hati.libur pun hanya diberikan selama dua minggu.
SETELAH LIBUR………………………….
Setelah libur usai,sekolah pun kembali aktif, proses belajar mengajar pun kembali dimulai. Dan kini aku bukanlah adik leting lagi,karna sudah ada siswa/I baru satu tingkat dibawahku. Dan disinilah kisahku dimulai tentang aku dan seorang wanita yang mengubah hidupku menjadi lebih baik.
JAM ISTIRAHAT…………………………
Teng …teng…teng…, bel istirahat pun berbunyi. ”juna, ayok kekantin” ajak Chandra padaku. “okee…ayok” jawab ku.
Sesampai dikantin, seperti biasanya aku dan teman-temanku begitu ribut, yahhhhh maklum lah,kami lumayan terkenal nakalnya,dan juga kami pun sering menggoda adik kelas,hehe.., ya itulah masa-masa kami.
Namun hari ini entah sengaja atau tidak pandanganku menoleh kesebelah kiri pojok kantin,kulihat ada seorang wanita yang sebelumnya belum pernah aku lihat,dia ada ditengah-tengah kerumunan kawan-kawannya,dia tertawa begitu manis,sehingga begitu jelas terlihat lesung pipinya.
“mungkin mereka sedang bercerita lucu”, gumamku dalam hati.
Bel masuk pun berbunyi, semua siswa siswi bergegas masuk kelas,hanya tinggal kami berempat yang masih berada dikantin. Aku masih sangat penasarn dengan wanita tersebut,pikiranku masih terbayang-bayang akan senyumannya yang manis. Kucoba untuk memberanikan diri bertanya pada kakak penjaga kantin.
“kak,tadi ada anak perempuan yang duduk dipojok kiri itu siapa namanya?”, tanyaku.“ohh…namanya sula,dia adik leting kalian”,terang kakak itu padaku.
Setengan melamun aku berpikir “emm…pantas saja aku belum pernah melihatnya”.
Kami pun beranjak meninggalkan kantin,dan masuk kelas. Pelajaran demi pelajaran pun telah usai, bel pulang pun terdengar, semua siswa bergegas pulang kerumah masing-masing,begitupun aku.
Hari terus berganti,aktivitas sekolah pun berjalan seperti biasa, belajar,istirahat,masuk dan pulang,begitulah adanya. Hari ini aku masuk pelajaran sejarah, aku berencana pergi ke perpustakaan. “mol,perpus yok”, ajak ku pada maulana.“okelahhh”, tutur nya.
SESAMPAI DIPERPUS…………………..
            Aku masuk perlahan lahan sembari mengucapkan salam,kutelusuri segala sudut perpus, kulihat satu persatu buku, dan kupilih satu buku yang akan kubaca. Begitu hening nya keadaan didalam perpus dan begitu ramainya siswa yang sangat rajin membaca, seketika itu pun pandangan ku menoleh kearah meja itu.
Aku sedikit terkejut bercampur senang entah angin apa entah sengaja atau tidak, aku melihat sula duduk sendiri sembari membaca buku. Dalam hati aku bertanya. “entah kemana kawan-kawannya?”,tanya hatiku.“emmm….mungkin lagi beli makanan”,pikirku demikian.Aku dan kawanku masuk dan memilih milih buku bacaan, namun dengan penasaran dan grogi,aku beranikan diri untuk mendekatinya.
“salam dek”,sapaku.
“iyaa….bang”, jawabnya
Kurang lebih hampir lima atau sepuluh menit kami berbicara. Pada akhirnya dengan spontan aku bertanya .
“sula…adik ada pacar?”, tanyaku malu malu
“enggak ada bang”, jawabnya
“loh, kenapa?”, aku bertanya dengan sedikit penasaran
“maaf bang…bukankah pacaran itu dosa?”, dia balik bertanya padaku
“iya dek..”,jawabku sedikit malu
“lantas bang,jika memang dosa mengapa abang bertanya seperti itu? Bagiku jika aku tak bisa membuka pintu surga untuk orang tuaku,setidaknya aku tidak menyeret mereka kedalam neraka hanya karena sebab anaknya pacaran”, tutur dia dengan jelas.Mendengar kata katnya aku terdiam seribu Bahasa, tak tahu menjawab apa sekaligus malu dengan pertanyaanku. Lantas dia permisi padaku, dan meninggalkan perpus. Perkataannya masih membekas diotak dan hatiku, seketika tersadar bahwa aku selama ini masih banyak kesalahan yang kulakukan,tak lama dari itu bel pulang pun terdengar.
SESAMPAI DIRUMAH……………
Kulepaskan seragam sekolahku, aku duduk diatas tempat tidur, kurenungkan perkataannya tadi,betapa terpukulnya bathinku,betapa dosanya aku selama ini. Dan sekarang aku berpikir untuk menjadi lebih baik.ingin berubah diawal menjadi lebih baik bukankah itu satu hal yang baik? Dari pada menyesal lebih dalam di akhir. Aku selalu ingat kata-kata di buku nya kak panji ramdana bahwa menuju baik itu baik, hargailah setiap proses perubahanmu, karna engkau juga berhak menjadi lebih baik lagi.
Sula membuatku begitu mengaguminya, dan benar saja hati tak bisa dibohongi, aku jatuh cinta padanya,lantas apalah dayaku,kutahu tak ada kata pacaran dalam hidupnya.Hari begitu cepat berganti,waktu sedikit pun tak mungkin bisa untuk mundur kebelakang. Aku malu untuk menyapanya disekolah,pandanganku tertunduk saat berjumpa dengannya,namun hatiku begitu sangat mencintainya. Dan kini akau akan mencoba belajar untuk mencintai dalam diam seperti cinta ali pada Fatimah,begitupun sebaliknya. Aku berusaha menyimpan rasa ini dengan sangat baik,agar tak ada seorang pun yang mengetahuinya.
Dalam hati aku bergumam,jika aku mencintainya,bukankah lebih baik bila aku menjauhinya,agar aku bisa  lebih mendekatkan diriku pada pemilik hatinya. Begitulah prinsip ku saat ini. Didalam doa aku selalu melayangkan namanya ke angkasa, dan berharap semoga Allah S.W.T mengabulkannya. Bukankah itu tak salah? Iya , aku rasa begitu. Dan aku mencoba belajar untuk mengikhlaskan jikalau saja harapanku tak sesuai dengan kenyataan. Karena bahwasanya pemilik semestalah yang memiliki rencana terbaik untuk kita. Pemilik semester mengetahui apa yang terbaik untuk kita bukan tentang apa yang selalu kita inginkan.karna pada akhirnya cinta karna Allah akan melahirkan kedamaian dan ketenangan diatas ridha nya. Dan tetaplah bersabar diatas penantian akan ketetapannya, ketetapan terindah yang suatu saat akan datang bila saatnya telah sampai, diwaktu yang sangat indah dengan orang yang tepat, bukan dengan orang yang cepat.
Pada intinya kita selalu ingin mendapatkan seseorang yang baik didalam hidup yang dapat menjalani semuanya dengan suka duka. Cintailah seseorang karna Allah karna kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai. Teruslah belajar menjadi baik dan lebih baik lagi.

……………….SEKIAN…………………



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang