Cerpen/Lumpuh dan Sembuh Bersama Waktu/Marisa.S/Komunitas muda menulis


LUMPUH DAN SEMBUH BERSAMA WAKTU
Oleh: Marisa S.

            Seperti biasanya, setelah bersyukur atas karunia karena diberikan umur panjang setelah semalaman tertidur pulas, aku juga tidak lupa memeriksa pesan yang masuk di handphone ku, pesan siapa lagi kalau bukan dari kekasih ku. Tommy, nama kekasihku yang sering kusebut dalam setiap doaku, hari ini jam 9 pagi dia memintaku untuk menemaninya ke toko buku, karena ia ingin membeli beberapa buku keluaran terbaru. Tommy suka mengoleksi buku-buku yang menurutnya menarik, di rumahnya saja sudah seperti perpustakaan wilayah, belum perpustakaan dunia ya, hehehe…
            Dan aku senang bisa menemaninya kemana-mana dan sebisa mungkin akan kuluangkan waktu untuk membuat dia merasa bahagia dan tidak merasa kesepian. karena bagiku, lengkungan senyum bahagia dibibirnya adalah lengkungan senyum bahagia dibibirku juga.saling menemani satu sama lain adalah hal yang sering kami lakukan, hingga berbulan-bulan lamanya.
            Tommy juga suka membuatku tertawa, karena sepertinya dia tidak ingin melihatku murung, “ nanti keriput kamu nambah tu, kalau marah terus” begitu katanya. Tidak banyak kata-kata manis yang keluar dari mulutnya, “kalau kamu putih sedikit lagi itu akan terlihat lebih wow” itu kata-kata yang sering dia lontarkan, sedikit tersinggung dan meriris hati yang sangat dalam, tapi apa boleh dikata, memang sudah seperti itu warna kulitku, agak dominan hitam, tidak bening seperti teman-teman ku yang lainnya.
            Kurang lebih, aku tau banyak tentang apa saja yang disuka dan tidak disuka tommy, terutama dia sangat menyukai perempuan bening, tapi entah mengapa dia memilihku, dan dia juga mempunyai selera makan yang tinngi, terutama terhadap masakan padang. Dan masih banyak lagi yang ku ketahui, tapi dua hal itulah yang paling ku ingat dari dirinya.
            Hingga suatu ketika, tommy si lelaki ideal itu mengikuti ajang pemilihan model dan dia pun menang terpilih sebagai model karena memenuhi kriteria yang telah di syaratkan. Semenjak saat itu, sikap tommy mulai berubah terhadap ku. Dia mulai sibuk, dan tidak peduli lagi dengan cemberutku. Bisa ku maklumi kesibukan dia karena pekerjaannya bertambah satu lagi di dunia permodelan.
            Tapi ada yang menggganjal, perubahan itu sangat tidak terbiasa, disaat itulah skiil intel ku ku asah, ku cari tahu semua yang berkaitan dengan pekerjaan dia yang baru, setelah dapat semua informasi, akhirnya, terjawablah semua rasa penasaran ku selama ini. Ternyata tommy mendekati salah satu rekan kerja nya di dunia permodelan yang kebetulan perempuan itu juga sebagai model. Mika, nama perempuan yang selama ini mampu membuat tommy berpaling dariku.
            “sakit” itu kata yang selalu kuteriakkan di dalam lubuk hatiku terdalam. Hingga suatu saat dimana ku tak sannggup lagi dan meminta tommy untuk menjauhi perempuan itu, “ jangan kekang aku, jangan  batasi jaringan aku, dia itu teman sekerjaku” itulah pernyataan yang keluar dari mulut tommy, dan makin menyayat hatiku.sejak hari itu, hubungan ku dengan tommy mulai klise, jarang waktunya diluangkan untukku dan jarang pula dia menghubungiku, saat itu aku hanya bisa sabar dan tetap berdoa semoga diberikan yang terbaik untuk tommyku.
            Aku tetap sabar dengan segala kemarahan dan kecembuaruan yang melandaku belum lagi rindu yang setiap malam menghantuiku, aku tidak ingin memperumit masalah, karena aku tidak ingin tommy bertambah marah kepada ku Karena mengekangnnya dan pergi meninggalkanku, itu hal yang sangat ku takutkan. Pada suatu malam, saat dimana tommy sudah sangat bosan denganku dan ia ingin mengungkapkan apa yang dia rasa selama ini, “ jujur, aku sudah bosan dengan hubungan kita, dan aku menyukai teman model ku itu, dan maafkan aku tidak bisa setia bersamamu” ini adalah kata-kata yang sangat menyiksa batiku, membuang selera makanku bahkan selera hidupku. Ya akhirnya dia mengeluarkan kata-kata itu. Dengan mata yang terus memerah dan pipi yang basah, aku hanya bisa bilang “ jangan pergi, tolong stay disini, semua akan berat tanpamu” hanya itu yang bisa ku ulang sembari air mataku yang terus membanjiri sprei kasurku, dan akhirnya dia mengakiri pembicaraan dengan kata maaf.
            Setelah hari itu aku hanya bisa berdiam diri dikamar, makan sehari sekali dan tidak pernah melakukan perawatan diri, seolah-olah karena cintaku telah berakhir, hidupku juga ikut berakhir, hanya itu yang dapat ku pikirkan saat ini, bagaimana bisa toommy bahagia bersama wanita itu sementara disini aku sendiri meratapi nasib yang seakan-akan hendak menarik nyawaku sendiri. Rasa sakit yang satu ini belum pernah kurasakan sebelumnya, asing tapi mampu membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya.hingga tidak bisa lagi berdiri dengan tegak setegak- tegaknya.
            Hingga akhirnya aku berguru pada seorang lelaki yang mampu merubah pikiran burukku dan menghadirkan perasaan positive dalam hidupku. hendri, itulah lelaki yang selama ini mendorong dan membantuku keluar dari kenangan buruk itu. Setelah terbiasa menyerap motivasi baru dari hendri, aku terbiasa dengan rutinitas baruku dan menemukan kawan-kawan baru yang lebih bisa membuka pikiranku, dan oleh karena kesibukan ku ini akhirnya aku bisa melupakan beberapa sakit pada masa itu. itu sudah sangat lumayan, kan. Tapi sesekali aku masih merindukannya sebagai sosok yang pernah hadir dalam hidup ku dan membahagiakan diriku, aku sangat menghargai itu, aku bahagia saat itu, walaupun akhirnya dia berkhianat tentang perasaan kami. Tapi dia pernah enjadi pangeranku, pernanh menjadi orang yang ku banggakan di depan teman dan sanak familyku. Hingga saat ini doaku masih tetap  menyertainya.
“ my bless always for you, tommy”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang