Sarapan Pagi
Sarapan Pagi
Di pagi yang sendu
Ibu selalu beranjak lebih dulu
Aku sedang bergelut dengan lebam-lebam kenangan masa lalu
Sedang adik masih asyik bercengkrama bersama mimpi dalam lena tidurnya
Ku lihat ibu sangat sibuk, sedari tadi mondar-mandir di depan tungku
Menambahkan satu ons kasih, jga seikat cinta ke dalam belanga yang berisikan air mata
Ibu juga menambahkan sejumput senyuman ke dalamnya
Baunya tercium harum olehku
Meskipun ayah tiada, ibu setiap waktu menanak rindu
Ini sarapan terlezat di rumahku
Kami memakannya dengan lahap
Aku kekenyangan kasih sayang
Pun adik; Tak merasakan kekurangan.
Tiro, 2020
Komentar
Posting Komentar