Bahagia Bisa Dibeli?

 
Sering gak kamu bertanya pada dirimu sendiri, "kapan aku bahagia?", "Kapan ya waktuku tiba?" Dan jenis pertanyaan serupa lainnya. 
Kadang kita juga sering mengeluh dan juga membanding-bandingkan apa yang kita punya dengan orang lain. 
Kita juga sering mengatakan "enak ya jadi dia, udah cantik, pinter punya duit banyak lagi". "Enak ya kalau punya duit, apapun gampang".
Dan masih banyak lagi pernyataan serupa lainnya. 

Aku, di sini ingin mengajak teman-teman untuk menjernihkan pikiran sejenak, lalu berfikir dengan waras layaknya manusia yang kedudukannya adalah makhluk yang paling sempurna dari ciptaan Tuhan. 

Hidup ini adalah sebuah perjalanan, sebuah perjalanan tentu saja akan ada akhirnya ketika kita sudah sampai pada tujuan yang sesungguhnya (tempat yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT). Dalam perjalanan tersebut pastinya kita harus membawa sebuah bekal agar kita dapat sampai ke tempat tujuan, bekal itu adalah ilmu, ya ilmu.
Teman-teman harus punya ilmu, harus punya analisa yang kuat dalam memilah mana yang bisa dikonsumsi selama melaksanakan perjalanan ini. 
Jika yang teman-teman konsumsi adalah yang tidak sehat, maka teman-teman akan kesusahan melewati setiap rintangan-rintangan yang ada selama perjalanan. 
Yang tidak sehat di sini adalah kurang bersyukur. Kurang bersyukur terjadi karena kita masih fakir ilmu.

Coba deh teman-teman bayangkan, ketika Tuhan memberikan kesehatan, baik secara mental ataupun fisik teman-teman pasti bahagiakan? 
Aku yakin kita bahagia karena sehat. 

Masih banyak lagi kebahagiaan lainnya dan itu semua tidak kita sadari karena kurangnya rasa syukur dalam diri kita. 

Bayangkan, di luar sana ada orang yang hari ini harus puasa karena gak ada makanan tapi kita masih bisa makan, apa teman-teman tidak bahagia karena masih bisa makan? 
Aku yakin kita bersyukur dan bahagia karena masih bisa makan.

Dan bayangkan, di luar sana ada orang yang setiap harinya hidup dalam ketakutan karena peperangan yang tidak pernah selesai, tidak bisa hidup dengan damai, anak-anak tidak bisa sekolah, tidak bisa bekerja dan lainnya. 
Apa teman-teman tidak bersyukur karena kita hidup dengan damai dan serba berkecukupan?
Aku yakin semua kita bersyukur bila menyadarinya. 

Dan masih banyak lagi pembelajaran tentang kehidupan yang bisa kita telaah dari alam sekitar agar rasa syukur kita semakin bertambah setiap harinya. 
Jika kita sudah berlapang dada dan meningkatkan rasa syukur insyaallah bahagia selalu menjadi milik kita. 

Teman-teman, bahagia tidak bisa dibeli tapi bisa diciptakan melalui pola pikir yang positif, cara kita memandang hidup, juga cara kita menjalani kehidupan ini.
Mulai saat ini, biaskan hal yang baik, pilihlah lingkungan yang baik, pilihlah teman-teman yang baik dan konsumsilah hal-hal yang baik pula, sehingga dapat memberikan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Bahagia ada melalui hal-hal yang sederhana, ia hadir bagi orang-orang yang menginginkannya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang