Welcome to Desember

  
                           Foto by me
                 Loc: Desa Lamgugob



Tidak terasa hari ini sudah 1 Desember, tandanya kita sudah memasuki penghujung tahun. Tahun 2020 adalah tahun yang cukup singkat ya, kita juga dikejutkan oleh beberapa hal yang membuat kondisi berubah drastis. Mulai dari kemunculan virus Covid19 atau dikenal dengan sebutan Corona, sosial distancing, di rumah aja, new normal dan lain sebaginya. Banyak hal yang dilakukan secara online, rutinitas yang awalnya kita bisa lakukan dengan normal tiba-tiba saja berubah menjadi begitu berbeda.


Awalnya aku sempat ngeluh dan kecewa karena banyak planning yang tiba-tiba saja harus ditunda bahkan ada yang harus di cancel, semua orang pasti sedang merasakan ini. Kita juga hidup dalam ketakutan-ketakutan yang membuat kita selalu merasa cemas jika sedang berada di luar rumah. Banyak hal yang memang sudah berubah dan banyak hal juga yang bikin kita kaget. Mulai dari susahnya mencari pekerjaan (bagi yang baru lulus sarjana), di PHK atau dipecat karena pengurangan tenaga kerja (bagi yang sedang bekerja), permasalahan finansial, kesehatan dan juga lain sebagainya.

Memang benar sebuah pepatah mengatakan "kita hanya bisa berencana tapi Tuhan lah yang menentukan". Semua rencana di awal tahun 2020 tetaplah menjadi rencana yang tidak sampai pada titik ekseskusi. But it's okey, itu bukan suatu permasalahan yang harus kita sesalkan di sisa hidup yang teramat singkat ini.
Well, aku menulis ini sambil menghitung berapa rencana yang harus kandas sebelum berperang. Ini juga bukan sebuah curhatan melainkan sebuah healing khususnya untuk diriku, kamu dan siapapun yang membaca tulisan sederhana ini. Aku berharap, kekecewaan yang ada di tahun 2020 tetap tinggal di tahun ini, ia tidak boleh mengikuti ku di tahun selanjutnya. Kamu juga begitu ya, tinggalkan seluruh kekecewaan, kesedihan dan segala kelelahanmu di tahun 2020 ini.
Meskipun tahun 2020 kita lalui dengan di rumah aja tapi ada banyak hal positif yang kita peroleh di tahun ini, salah satunya bisa menghabiskan waktu dengan keluarga, mempelajari banyak hal baru di rumah dan belajar lebih bersyukur lagi kepada Tuhan atas setiap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.

Maka dari itu, mari merayakannya bersama. Entah itu merayakan kesedihan atau kebahagiaan, hidup tetap harus dijalani dengan sepenuh hati. Kita bisa kembali menyusun planning demi planning untuk dieksekusi di tahun yang akan datang, menata hidup kembali, dan juga berbahagia kembali. Begitulah kehidupan yang sesungguhnya.

Untuk hidup yang teramat singkat, untuk seluruh planning yang masih tertunda, dan untuk seluruh sahabat yang sedang membaca tulisan ini, kalian luar biasa. Kita semua benar-benar kuat karena sudah bisa melaluinya dengan baik.

Welcome to Desember
Welcome to my birth month.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Time, Priority and Focus

Berhenti dan Pulang